Tere Liye selalu membahas tentang perasaan sebagai sesuatu yang terhormat dalam
novel-novelnya.
Kali ini saya bicara tentang novel Hujan. Tebalnya 318
halaman. Terbit Januari 2016. Sejak musim hujan Januari Saya dianjurkan membaca
novel ini, tapi sayangnya baru sempat sekarang.
Komentarnya: novel hujan keren. Novel bersampul biru ini membahas
duka dari bencana, persahabatan, kehormatan perasaan, sains, dan membahas tentang
iklim serta teknologi di tahun 2050-an dengan cara khas Tere Liye.
![]() |
| Novel Hujan Tere Liye |
Lepas dari beberapa aspek tadi, Saya selalu terhangatkan
oleh Tere Liye yang membahas perasaan antara dua orang. Satu kata, perasaan
selalu mempunyai posisi yang terhormat. Saling tahan, saling merindukan dan
bertemu di ending dalam ikatan pernikahan. Ahh... sebenarnya setting
tentang masa depan yang berteknologi tinggi lebih menarik dibanding tentang
perasaan. Tapi, ya di usia saya, Saya lebih senang membahas perihal itu. Haha...
Oiya, Kenapa berjudul hujan? Karena novel ini membahas kondisi
kehidupan manusia di bumi yang beriklim ekstrem, di mana bumi bersuhu tinggi dan hujan
tidak turun sekian tahun. Adapun tokoh utamanya, Lail, sangat menyukai hujan,
karena beberapa hal terjadi dan disukai olehnya di saat turun hujan. Seperti
biasa, Tere Liye selalu menyuguhkan jenis persahabatan yang hangat dan iseng
(Hal ini khas sekali). Sahabat Lail,
namanya Maryam, si
Kribo yang nyablak (terang-terangan) dan penuh senda gurau.
Tokoh utama pasangan Lail adalah Soke alias Esok. Soke
Bahtera nama lengkapnya. Namanya Bahtera karena dialah yang membuat bahtera
atau kapal untuk digunakan kehidupan manusia di angkasa sana-dalam rangka
menghindari iklim ekstrem di muka bumi.
Yup! Bacalah novel hujan! Kalian akan takjub dengan sudut pandang penulis tentang sains.
Nah, tentang perasaan, saya kutip quote-quote dari buku Hujan ya...
“Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap
dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah
begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini
selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru
membawa kedamaian.”
“Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu
sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas
sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan
oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan
tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci?
Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh
cinta?”
“Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu,
orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit,
menangis, marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah
berhasil menaklukkan diri sendiri.”
“Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup
sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk
erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.”
***
Maskumambang, 18 Oktober 2016- menulis tentang Hujan di saat
hujan.

Jeee kutipannya sama kita baca hujan ketika musim hujan dan aku beli juga pas musim hujan hihi
BalasHapus