Gue -si pembaca setia novel Tere Liye- ingin mengemukakan pikiran yang berkecamuk ini. Setelah dua bulan (kurang dua minggu), akhirnya novel rindu setebal 544 halaman tiba di epilog juga. Setelah menamatkannya, pikiran ini harus segera bertemu dengan laptop dan kutuliskan isi kepala seperti Gurruta yang menuliskan pikirannya dengan pena dan kertas miliknya ( mhehehe) . Pertama-tama, sejak bab awal kita sudah bisa merasakan taste daripada sang penulis. Untuk ukuran Tere Liye, berikut isi pikiran Gue. Tere Liye amat menyukai anak-anak Hal ini bisa gue rasakan di novel-novel tebalnya. Contoh: Anggrek dan Jasmine di novel Sunset Bersama Rossie. Kali ini sama persis, Tere Liye menceritakan sosok anak kecil yang cerdas nan ceria, yaitu Anna dan kakaknya Elsa. Gue tebak sih anak Tere Liye secerdas dan seimut tokoh-tokoh di novelnya, secara... tidak ada orang tua yang bisa tahan untuk tidak mempublikasikan kelucuan-kelucuan anaknya (Ajeng, 2016 :D). Untuk ukuran Tere Liy...